Dekopinda Siap Dukung Diskop Realisasikan Koperasi Desa Merah Putih

KABUPATEN BEKASI (detikgarudaperkasa.com) – Ketua Dekopinda Kabupaten Bekasi periode 2026 – 2030, Toto Iskandar, siap membantu Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM untuk segera merealisasikan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), karena seluruh Koperasi di Kabupaten Bekasi berada dibawah wadah Dekopinda.

Hal itu disampaikannya saat kegiatan Musda Dekopinda Kabupaten Bekasi tahun 2026 di Hotel Antero Jababeka Cikarang, Rabu (7/1/2026). Kegiatan tersebut mengambil tema membangun sinergitas gerakan koperasi, dalam mewujudkan Bekasi bangkit, maju, sejahtera.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekopinwil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina; Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin; Kepala Dinas Koperasi, Hasan Basri; Kepala Dinas Sosial, dr. Alamsyah; serta para praktisi koperasi di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Saya rasa itu yang menjadi program pertama saya, melakukan database ada berapa sih koperasi, termasuk koperasi merah putih ini ada berapa sih yang sudah berdiri, berapa sih yang sudah akan membangun gerainya, jadi kami dengan dinas akan bahu membahu untuk membantu terealisasinya Koperasi Merah Putih ini,” jelasnya kepada awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Toto berharap Pemkab Bekasi bisa memfasilitasi Kantor Sekretariat, karena Dekopinda telah berkontribusi bagi PAD Kabupaten Bekasi sebesar Rp10 miliar dan penyumbang tenaga kerja yang tidak sedikit, sehingga dirinya berharap Pemkab bisa memberikan ruang, karena seluruh Dekopinda di Jabar mempunyai Kantor Sekretariat.

“Hubungan Dekopinda dengan Diskop selama ini berjalan dengan baik ya, karena kami satu pemikiran bagaimana Koperasi bisa mensejahterakan anggotanya. Dan kita dengan dinas sudah komitmen bagaimana Koperasi bisa menjadi penyumbang PAD yang bisa menghasilkan lebih baik lagi,” paparnya.

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, berharap Koperasi di wilayah Kabupaten Bekasi tidak stagnan, tapi lebih profesional dengan melakukan berbagai akselerasi. Dirinya pun meminta Dekopinda bisa mengaktifkan kembali koperasi yang sudah tidak aktif.

“Tadi disebutkan jumlah koperasi mencapai seribu lebih, yang aktif sekitar 700 koperasi, jadi ada 300 koperasi yang tidak aktif. Disinilah tugas Dekopinda untuk mengatifkan kembali, apalagi di Kabupaten Bekasi terdapat lebih dari 7000 perusahaan,” ungkapnya.

Mantan Camat Cikarang Pusat ini menyebutkan, Koperasi mempunyai kontribusi bagi PAD mencapai Rp10 miliar, sehingga harus ada sinergi antara koperasi dengan pemerintah. Dan menjadi kewajiban pemerintah untuk mendukung adanya koperasi. Pemkab Bekasi pun siap memfasilitasi kantor Dekopinda.

“Apalagi sekarang ini ada program strategis nasional, dalam bentuk koperasi merah putih yang akan menjadi pasar untuk belanja MBG (makanan bergizi gratis,red). Dan Dekopinda harus terus mengembangkan perkoperasian,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Provinsi Jawa Barat, Yuke Mauliani Septina, meminta Dekopinda meningkatkan jumlah anggota koperasi dengan melakukan gerakan atau akselerasi, membuat gerakan-gerakan moral yang punya image positif untuk berkoperasi.

“Koperasi harus berubah dari administrasi menjadi profesional. Saya berharap jadi anggota koperasi itu jangan biasa, tapi bergengsi. Koperasi itu harus ada regenerasi agar kita tidak stagnan,” ungkapnya.

Dirinya pun berpesan khusus untuk Kabupaten Bekasi sebagai jantung industri di Jawa Barat, Dekopinda bisa mengajak kawasan industri khususnya perusahaan, untuk mempunyai koperasi, agar karyawan tidak terjerat bank emok, karena tidak masuk menjadi anggota koperasi. (zal)

Comments (0)
Add Comment