Ratusan Pengurus RW di Bekasi Diperiksa Inspektorat Terkait Program 100 Juta

KOTA BEKASI (detikgp.com) – Kegiatan evaluasi dan penyampaian laporan pertanggungjawaban program Penataan Lingkungan Rukun Warga Bekasi Keren 2025 yang digelar Inspektorat Kota Bekasi di Balai Patriot menuai keluhan dari para pengurus RW. Diketahui acara tersebut akan berlangsung dari 19 hingga 23 Januari 2026.

Pada hari pertama Senin (19/1/2026), dari 1.020 RW di Kota Bekasi yang menerima 1015 RW, 5 RW menolak bantuan tersebut. Pemeriksaan ini dibuat bergiliran.Hari ini yang dihadirkan pengurus RW dari tiga Kec. Jatiasih, Bekasi Utara, dan Rawalumbu. Ada sekitar 340 RW.

Beberapa pengurus RW mengeluhkan proses pemeriksaan yang berlangsung terlalu lama hingga melampaui jadwal yang telah ditetapkan. Jadwal resmi yang diketahui menyebutkan pemeriksaan berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 08.00-12.00 dan 13.00-17.00.

“Satu RW bisa diberikan pertanyaan hingga 20 sampai 30 menit bang,” jawab salah satu pengurus RW ke Media yang meliput.

“Jadwalnya bobol jadinya ngaret begini. Kalau saya datang dari jam 2 siang, tapi giliran pemeriksaan sampai malam begini belum selesai,” ujar salah satu pengurus RW yang tidak ingin disebutkan namanya, Senin (19/1/2026).

Kenyataannya, beberapa RW masih menjalani pemeriksaan hingga pukul 21.50 dan belum selesai. Kondisi ini membuat banyak pengurus kecewa dengan penyelenggaraan acara yang dinilai kurang persiapan.

“Acaranya terlalu lama dan melewati beberapa tahap. Padahal kami sudah bekerja keras menjalankan Program ini, sekarang malah diperlakukan seperti tersangka yang harus diperiksa berjam-jam,” keluh Ketua RW lainnya.

Keluhan serius lain yang mencuat adalah tidak tersedianya konsumsi bagi pengurus Rw yang hadir, padahal pemeriksaan berlangsung hingga malam hari. Namun, para undangan tidak diberikan minum ataupun makanan, bahkan snack sekalipun.

Kondisi ini diperparah dengan tutupnya kantin pada malam hari di dalam gedung Pemkot. Hal ini membuat para pengurus RW kesulitan membeli air minum, terutama bagi mereka yang sudah lanjut usia.

“Ada pengurus yang sudah lansia, mereka bingung harus beli air kemana. Tidak ada kantin, tidak diberi minum. Ini namanya apa kalau begini? Bahkan ada yang sampai izin kerja untuk pemeriksaan ini tapi malah dikecewakan seperti ini,” keluh ketua RW lain dengan nada kesal. (Red.)

Editor: Nurul Khairiyah

Bekasi
Comments (0)
Add Comment