BUMDes Karangsari Launching Ketahanan Pangan Ikan Patin dan Ayam Petelur

KABUPATEN BEKASI (detikgarudaperkasa.com) – Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Karangsari, Kecamatan Cikarang Timur, melakukan Launching Usaha Ketahanan Pangan Unit Usaha BUMDes, Kelompok Perikanan Tunas Harapan Karangsari Rindang Teduh Harmonis dalam bentuk usaha Ayam Petelur dan Ikan Patin, Jumat (13/2/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jaya Marjaya; Sekretaris DPMD Kabupaten Bekasi, Saptono Noviantoro; Sekcam Kecamatan Cikarang Timur, Aris Sadikin Asnawi; Kapolsek Cikarang Timur; serta jajaran Pemdes dan BPD Desa Karangsari.

Ketua Kelompok Perikanan Tunas Harapan Karangsari, Rudi Hartono mengatakan, unit usaha budidaya Ikan Patin ini dipilih karena memiliki pangsa pasar yang luas. Ikan Patin juga mudah diurus dan mempunyai tingkat pertumbuhan yang cukup cepat. Dan Ikan Patin ada hibah dari Dinas Perikanan.

“Melalui program budidaya Ikan Patin ini, kami ingin memancing dan mengajak para generasi muda untuk berwirausaha, jangan hanya mengejar limbah pabrik. Tanah TKD seluas 12 hektar milik Desa Karangsari ini merupakan anugerah, karena lokasinya strategis di pinggir jalan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa (Kades) Karangsari, Bao Umbara, mengatakan sumber anggaran Program Ketahanan Pangan ini berasal dari Anggaran Dana Desa tahun 2025 sebesar Rp 336 juta. Dengan jumlah Ikan Patin yang ditebar adalah sebanyak 2 ton.

Sementara untuk usaha ayam petelur adalah sebanyak 721 ekor, yang berada di tanah milik Haji Dalih seluas kurang lebih 1.000 meter. Dirinya pun berharap program ini berjalan sukses dan dapat menyerap tenaga kerja di Desa Karangsari.

“Mudah-mudahan program ini ada manfaatnya buat kita semua. Dan semoga masa depan lebih bagus dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Karangsari,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPMD Kabupaten Bekasi, Saptono Noviantoro, mengucapkan terimakasih berkat kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan dunia usaha, sehingga Program Ketahanan Pangan di Desa Karangsari ini bisa terealisasi.

Dirinya juga mengusulkan agar usaha BUMDes bisa disupplai untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, jika dapur SPPG sudah merata, maka BUMDes bisa berkoordinasi dengan kelompok tani atau nelayan, dan pasarnya diawasi oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi.

“Ikan Patin ini peluang dan pangsa pasarnya sudah ada. Apalagi Kecamatan Cikarang Timur merupakan sentra Ikan Patin dan dibutuhkan diluar wilayah Kabupaten Bekasi. Saya berharap program ini akan menjadi pilot project buat desa-desa lain di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Jaya Marjaya, berharap kedepan Program Ketananan Pangan bisa disuplai untuk Program MBG. Dirinya pun mengapresiasi di launchingnya unit usaha BUMDes di desa Karangsari. Ia pun menilai di Desa Karangsari sudah ada tempat yang strategis untuk menjalankan usaha.

“Program ini menjadi contoh kalau Desa Karangsari siap untuk sukses. Kami dari DPRD juga siap mendampingi jajaran BUMDes ke Dinas Perikanan agar kedepannya usaha di Desa Karangsari bisa lebih sukses lagi,” tandasnya. (zal)

Comments (0)
Add Comment