JAKARTA (detikgp.com) – Menjelang bulan suci Ramadan, ribuan umat Muslim di Indonesia mengunjungi pemakaman untuk berziarah kubur. Mereka datang untuk mengenang dan mendoakan arwah kelurga dan kerabat yang telah meninggal.
Ziarah kubur menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh saudara atau kerabat orang yang masih hidup untuk mengunjungi makam dari kerabat yang sudah wafat. Biasanya menjelang Ramadan atau lebaran, orang-orang akan ramai untuk berziarah ke kuburan orang tua, saudara, kerabat sebagai pengingat.
Dalam agama Islam, ziarah dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan dan mengenang orang yang sudah meninggal. Selain itu, ziarah juga menjadi inspirasi orang dalam melakukan tafakur atas hikmah dari kematian sehingga mereka bisa memperbaiki diri salah satunya dengan giat beribadah.
Ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadan yang dilakukan dengan berdoa atau sekadar membersihkan makam menjadi salah satu anjuran dalam agama Islam lantaran memiliki banyak sekali keutamaannya. Meskipun Nabi Muhammad SAW sempat melarang umatnya untuk melakukan ziarah kubur, namun kemudian larangan ini direvisi (mansukh).
Adapun salah satu dasar anjuran ziarah kubur tertuang dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR. Hakim).
(Red.)
Editor: Nurul Khairiyah