KABUPATEN BEKASI (detikgp.com) – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) menyoroti penerimaan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi yang disinyalir adanya Nepotisme. Hal itu dikatakan Ketua LAMI, Jonly Nahampun saat konferensi pers, Minggu (8/3).
“Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) meminta aparat penegak hukum untuk mengaudit penerimaan pegawai Perumda Tirta Bhagasasi, dari data yang dihimpun oleh LAMI bahwasanya saat penerimaan pegawai disinyalir ada titipan dari direksi yang menyebabkan adanya Nepotisme,” katanya.
LAMI juga mendesak agar DPRD Kabupaten Bekasi untuk memanggil Pejabat Perumda Tirta Bhagasasi untuk diperiksa dan diminta agar penerimaan dilakukan transparansi dan akuntabilitas, menyusul dugaan kuat praktik konflik kepentingan dalam penerimaan pegawai.
“BUMD bukan milik pribadi, apalagi milik keluarga penguasa. Ini aset publik,” tuturnya.
LAMI menemukan indikasi bahwa lebih dari satu individu yang memiliki hubungan kekerabatan dengan lingkar kekuasaan daerah berada di dalam struktur Perumda Tirta Bhagasasi. Praktik ini dinilai berpotensi melanggar asas profesionalitas, merit system, dan kesetaraan kesempatan kerja.
Ironisnya, dugaan nepotisme ini mencuat di tengah kondisi Perumda Tirta Bhagasasi yang disebut tengah mengalami persoalan serius secara operasional. Alih-alih memperkuat manajemen dengan figur profesional dan independen, perusahaan justru diduga menjadi ruang kompromi kepentingan politik dan keluarga.
“Dalam situasi perusahaan yang tidak sehat, konflik kepentingan hanya akan mempercepat kerugian daerah. Ini bukan sekadar persoalan etika, tapi ancaman nyata bagi keuangan publik,” ucap Jonly.
LAMI juga menyinggung ketimpangan antara citra bersih yang dibangun di ruang publik khususnya melalui media sosial dengan praktik kebijakan yang terjadi di lapangan. Narasi reformasi dan profesionalisme dinilai tak sejalan dengan realitas pengelolaan Perumda Tirta Bhagasasi yang diduga sarat kepentingan internal.
Kondisi ini dinilai mencederai kepercayaan publik dan memperkuat kesan bahwa Perumda Tirta Bhagasasi hanya dijadikan perpanjangan tangan kekuasaan, bukan instrumen kesejahteraan rakyat.
“Dalam waktu dekat LAMI akan melakukan audiensi dengan instansi terkait penerimaan pegawai Perumda Tirta Bhagasasi,” tandasnya. (red)