Tumpukan Jalur Udara Di Timuh Tengah Lebih Dari 3000, Penerbangan Dibatalkan

DUBAI (detikgp.com) – Lebih dari 3.000 penerbangan di kawasan Timur Tengah dibatalkan dan dialihkan menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu penutupan wilayah udara secara luas di sejumlah negara. Gangguan ini melumpuhkan koridor perjalanan internasional utama dan menyebabkan ribuan penumpang terlantar di berbagai bandara

Penutupan wilayah udara terjadi di sedikitnya tujuh bandara utama di kawasan, termasuk Dubai dan Abu Dhabi di Uni Emirat Arab (UEA), Doha di Qatar, serta Manama di Bahrain. Sejumlah maskapai besar menghentikan sementara operasionalnya dengan alasan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Maskapai Emirates dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa seluruh operasi penerbangan dari dan menuju Dubai ditangguhkan sementara hingga pukul 15.00 waktu setempat pada Senin, 2 Maret, menyusul penutupan sejumlah wilayah udara regional. Flydubai juga menyampaikan bahwa situasi masih berkembang dan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk menyesuaikan jadwal penerbangan.

“Kami memprioritaskan keselamatan penumpang dan awak kabin. Tim kami bekerja keras untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada pelanggan yang terdampak,” kata juru bicara flydubai, seraya menambahkan bahwa volume panggilan layanan pelanggan meningkat tajam akibat situasi ini.

Qatar Airways mengumumkan bahwa operasional penerbangan dari dan menuju Doha dihentikan sementara hingga setidaknya pagi 2 Maret, menunggu pengumuman resmi dari Otoritas Penerbangan Sipil Qatar terkait pembukaan kembali wilayah udara. Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, juga membatalkan sejumlah penerbangan dan mengaktifkan Pusat Koordinasi Darurat untuk memantau perkembangan bersama otoritas terkait.

Air Arabia turut melaporkan pembatalan, penundaan, dan pengalihan rute penerbangan akibat penutupan wilayah udara dan kondisi keamanan yang belum stabil. Maskapai-maskapai tersebut mengimbau penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi sebelum berangkat ke bandara.

Sementara itu, wilayah udara Israel masih ditutup hingga 1 Maret. Maskapai El Al menyatakan tengah menyiapkan rencana pemulihan untuk memulangkan warga Israel yang tertahan di luar negeri setelah wilayah udara dibuka kembali.

Penutupan wilayah udara juga dilakukan oleh Iran, Qatar, Suriah, Irak, Kuwait, dan Bahrain sejak 28 Februari. Setelah UEA mengumumkan penutupan sebagian wilayah udaranya, layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24 mencatat tidak ada penerbangan yang melintas di atas negara tersebut. (Ad)

Editor: Nurul Khairiyah

Dubai
Comments (0)
Add Comment