Korban Tewas SPBE Cimuning Jadi 5 Orang, Satu Keluarga Kehilangan 3 Nyawa

KOTA BEKASI (detikgp.com) – Tragedi ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Mustikajaya, kembali memakan korban jiwa. Hingga Kamis (16/4/2026), total korban meninggal dunia kini mencapai lima orang.

Korban terbaru yang dinyatakan wafat adalah Kosasih (65). Kepergian Kosasih menyisakan duka mendalam yang luar biasa bagi keluarga besarnya, lantaran ia menyusul dua anaknya, yang telah lebih dulu tutup usia akibat insiden maut tersebut.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengonfirmasi bahwa Kosasih meninggal dunia setelah sempat berjuang melawan masa kritis, akibat luka bakar serius yang dideritanya.

“Benar, korban meninggal dunia bertambah atas nama Kosasih,” ujar Maka saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).

Kosasih mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, usai menjalani perawatan intensif. Tim medis menyebutkan bahwa ia mengalami luka bakar mencapai 63 persen, saat rumahnya ikut terdampak ledakan hebat SPBE tersebut.

Keluarga Kosasih menjadi yang paling terdampak dalam tragedi ini. Sebelumnya, anak keempatnya, Aulia Putri Budiastuti, meninggal pada Kamis (2/4/2026). Tak lama berselang, anak bungsunya, Sapta Prihantono, seorang siswa kelas X SMKN 15 Kota Bekasi, juga berpulang pada Selasa (7/4/2026).

Selain tiga anggota keluarga Kosasih, dua korban lainnya merupakan petugas keamanan SPBE Cimuning. Mereka adalah Suyadi (62) yang wafat pada Minggu (5/4/2026) dan Jaimun (61) yang meninggal dunia pada Senin (6/4/2026).

“Satu keluarga di sana terdampak, bersama ayah dan tiga anaknya saat rumah mereka terkena kobaran api dan ledakan,” pungkas Maka menjelaskan kondisi keluarga korban di lokasi kejadian.

Hingga saat ini, insiden ledakan SPBE Cimuning tersebut terus menyita perhatian publik Kota Bekasi, terkait standar keamanan dan tanggung jawab pengelola fasilitas energi di lingkungan padat penduduk tersebut. (Red)

Editor: Nurul Khairiyah

Comments (0)
Add Comment