Pendapatan Daerah Dari Parkir Diduga Tidak Transparan, Kadishub Siantar Membisu

PEMATANGSIANTAR(detikgp.com) – Untuk meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah (pemda)/pemko berupaya mencari pemasukan, baik dari luar daerah maupun dari potensi daerah setempat.

Belum lama ini diduga uang masuk (potensi) yang didapat dari perparkiran diduga kuat sebagian masuk ke kantong oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut informasi yang masuk ke detikgp.com,  jumlah juru parkir (jukir) yang terdaftar beserta potensinya sekitar 125 personil.

Lebih lanjut sumber yang enggan namanya disebutkan,  jumlah petugas pemungut biaya parkir di seluruh kotamadia Siantar mencapai 200 orang. Belum lagi setoran dari beberapa pertokoan, rumahsakit dan yang lainnya, tutur sumber.

Hal senada dikatakan sekertaris LSM MATAHARI Ernawati, jika 125 orang jukir dengan potensi yang disetor mencapai sekitar delapan Miliar.

“Lantas bagaimana dengan setoran yang tidak terdaftar itu, dan lainnya, apakah potensi itu masuk ke kas daerah,” tutur Ernawati.

Ketika detikgp.com mengkonfirmasi kepada Uli Seniwati Purba staf Dinas Perhubungan (dishub) Kota Pematangsiantar, dirinya mengakui petugas jukir yang terdaftar sekitar 120 orang, dan potensi yang dihasilkan sekitar tujuh-delapan miliar.

Namun, Uli Seniwati Purba tidak bersedia memberikan data yang komplit dengan alasan tidak ada perintah dari Kepala Dinas.

Ketika detikgp.com mencoba konfirmasi kepada Daniel Siregar selaku Kadis Perhubungan,  yang bersangkutan jarang ada dikantor. Bahkan ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya, juga tidak dapat dihubungi. (Red./Rps)

Editor: Nurul Khairiyah

Anda mungkin juga berminat