BEKASI (detikgp.com) – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi terhadap pengemudi truk.
Insiden ini mendulang kritik tajam dari masyarakat yang menuntut pembenahan internal dan integritas aparatur di lapangan.
Namun,di balik sorotan terhadap perilaku oknum petugas tersebut,muncul sudut pandang penting yang tak boleh terabaikan,kepatuhan serta kelayakan operasional truk berat yang melintas di wilayah Kota Bekasi.
Mengurai Dua Sisi Masalah
Sorotan publik idealnya tidak hanya berhenti pada penindakan oknum. Peristiwa ini melahirkan desakan agar pengawasan dilakukan secara menyeluruh dan berimbang—baik terhadap aparatur penegak aturan maupun para penyedia jasa angkutan barang.
Pelajaran penting dari tragedi lalu lintas
Pengawasan ketat terhadap surat kendarahan dan kelaikan fungsi rem bukanlah sekedar formalitas administrative,melainkan urusan nyawa.Warga Bekasi tentu belum lupa pada deretan tragedi kelam akibat rem blong armada besar.
Insiden Lampu Merah Unisma kecelakaan maut yang melibatkan truk hilang kendali hingga menabrak antrean kendaraan yang sedang berhenti di persimpangan.
Tragedi turunan Jembatan Kranji peristiwa memilukan di mana armada bermasalah menabrak kerumunan penjemput, pengatar siswa SD di depan sekolah di Kranji.
Jangan sampai fokus publik hanya berhenti pada oknum petugas.Sementara truk truk bernopol bodong atou bermasala dengan sistem pengereman tetap bebas melenggang dan mengancam keselamatan warga.
Kejadian viral ini seharusnya menjadi titik balik bagi semua pihak untuk saling membenahi diri
Bagi Pemerintah & Dishub Kota Bekasi memperketat pengawasan internal guna mengikis habis praktik pungli, sembari meningkatkan ketegasan pemeriksaan kelaikan jalan (KIR) tanpa pandang bulu.
Bagi Pengusaha Angkutan & Pengemudi memastikan setiap armada yang beroperasi benar benar siap jalan,memiliki dokumen lengkap,dan rutin menjalani perawatan pengereman demi keselamatan publik.
Keselamatan di jalan raya hanya bisa terwujud jika intergritas petugas dan ketaatan hukum pemilik armada berjalan beriringan.Tulisan ini merangkum dari diskusi beberapa indipidu masyarakat,wartawan dan praktisi hukum yang ada di Bekasi tujuanya sebagai masukan bagi kita semua. (Ad)
Editor : Dea Ananda