Polisi Harus Bisa Ungkap Dalang Dibalik Akun “Bekasi Masih Kusut”

BEKASI (detikgp.com) – Polisi harus ungkap dalang dibalik akun TikTok anonim “Bekasi Masih Kusut” yang diduga sejak awal dibuat untuk penggiringan opini terkait kasus ijon proyek.

Hal tersebut dikatakan Slamet Aripin atau biasa disapa Kong Abray warga Kabupaten Bekasi yang ikut mendesak kepolisian segera ungkap akun perusak Kabupaten Bekasi tersebut.

“Akun TikTok anonim Bekasi Masih Kusut ini awal mula dibuat sejak bergulirnya proses penanganan kasus suap dan ijon proyek di Kabupaten Bekasi,” terangnya, Senin (29/9/2026).

Abray menduga, akun tersebut sengaja dibuat untuk memecah focus publik terhadap sosok atau seseorang yang cukup penting yang terlibat dalam pusaran kasus suap dan ijon proyek.
“Kan bisa dilihat sosok-sosok yang selalu diulang dengan berbagai narasi negative. Tapi ada juga sosok penting yang lain di dalam pusaran kasus ijon proyek yang jarang disenggol,” sindirnya.

Untuk itu, lanjut Abray, kepolisian harus segera bertindak agar bisa mengungkap dalang dibalik akun anonim TikTok “Bekasi Masih Kusut” tersebut yang ingin merusak Kabupaten Bekasi.
“Saya sebagai warga Kabupaten Bekasi mengutuk keras akun TikTok Anonim tersebut, termasuk dalangnya yang ingin Kabupaten Bekasi selalu dipandang buruk dimata publik,” imbuhnya.

Akun Anonim “Bekasi Masih Kusut” Sudah Melecehkan
Lebih jauh Abray mengatakan, editan foto tumpukan uang diatas meja dengan sosok orang mirip Plt. Bupati Bekasi, sudah bukan kritik, tapi sudah melakukan pelecehan terhadap Kepala Daerah.

Abray berujar, meski tidak langsung tunjuk hidung, narasi yang dibuat pelaku, bukan hanya melecehkan Kepala Daerah, tapi sekarang sudah seret nama Ormas dan LSM Kabupaten Bekasi.
“Kan begitu narasi yang disandingkan dengan foto editan tumpukan uang gepokan diatas meja.

Apa narasinya, ‘Persiapan jadi Bupati Definitif, Biar Ormas dan LSM dorong ke Mendagri’,” tuturnya.
Masih kata Abray, pelaku “Bekasi Masih Kusut” sudah kebablasan, karena dibiarkan dan tidak pernah ada penindakkan serius dari Aparat Penegak Hukum (APH) meski sudah dilaporkan.

“Bisa jadi karena ada dukungan uang dan punya beking kuat dibelakang, sehingga pelaku semakin menjadi-jadi lewat narasinya untuk merusak Kabupaten Bekasi,” ulasnya.
Sebab, tambah Abray, aplikasi Artificial Intelligence atau AI yang digunakan pelaku akun anonim “Bekasi Masih Kusut” tersebut yang pra-bayar, bukan yang gratisan.

“Cyber Polres Kabupaten Bekasi harus bisa mengungkap pelaku akun anonim Bekasi Masih Kusut bersama dalangnya yang selalu ingin merusak Kabupaten Bekasi ini,” pungkasnya. (Red)

 

Editor: Nurul Khairiyah

Bekasi
Comments (0)
Add Comment