Sebanyak 248 Inovasi Mengikuti Seleksi Tahap III Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2026

BOGOR (detikgp.com) – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor. 248 Inovasi yang ikut pada seleksi tahap III tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni Senin (24/8/2026), Rabu (26/8/2026), dan Kamis (27/8/2026), di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor.

Kompetisi Inovasi Daerah Kabupaten Bogor tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2016. Dari total 252 inovasi yang mendaftar, sebanyak 248 inovasi dinyatakan melanjutkan ke tahap seleksi III.

Ratusan inovasi tersebut terbagi dalam delapan kategori, yakni SKPD sebanyak 32 inovasi, kecamatan 21 inovasi, masyarakat 24 inovasi, puskesmas 42 inovasi, perguruan tinggi 14 inovasi, pelajar SMP 51 inovasi, pelajar SMA/SMK 49 inovasi, serta Duta Inovasi Desa 15 inovasi.

Kepala Bapperida Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengatakan pelaksanaan kompetisi menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kemampuan berinovasi sejak usia sekolah.

Menurutnya, tingginya keterlibatan pelajar dalam kompetisi menjadi hal positif karena generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan gagasan dan kreativitasnya.

“Hari ini kita laksanakan penilaian untuk lomba inovasi. Yang kita nilai sekarang teman-teman dari SMA/SMK. Kita berharap generasi-generasi muda kita menjadi generasi penerus untuk kemampuan berinovasi,” kata Bambam saat ditemui di Kantor Bapperida Kabupaten Bogor pada Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menyebut, kompetisi tersebut tidak hanya menyasar pelajar SMA/SMK, tetapi juga melibatkan peserta dari tingkat SMP, perguruan tinggi, masyarakat umum hingga unsur pemerintahan dan desa.

Bambam menilai inovasi sekecil apa pun tetap memiliki nilai penting karena merupakan bentuk kebaruan yang dapat mendorong perkembangan ilmu pengetahuan maupun penerapannya di lapangan.

“Prinsipnya inovasi sekecil apa pun merupakan suatu kebaruan buat kita, untuk meningkatkan ilmu pengetahuan atau ilmu pengetahuan diterapkan di lapangan,” ujarnya.

Ia pun mengapresiasi berbagai gagasan yang muncul dari para pelajar. Menurutnya, sejumlah inovasi yang ditampilkan peserta bahkan berada di luar perkiraan dan menunjukkan besarnya potensi kreativitas generasi muda.

“Dulu saya seumuran mereka, saya tidak kepikiran untuk itu. Banyak inovasi-inovasi yang luar biasa,” katanya.

Bambam menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya memberikan ruang bagi inovasi melalui kompetisi, tetapi juga perlu memfasilitasi agar gagasan yang lahir dapat berkembang menjadi produk atau solusi nyata.

Ia menilai karya peserta jangan sampai berhenti setelah kompetisi selesai. Terlebih, beberapa inovasi yang dihasilkan pelajar memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

“Anak-anak itu harus difasilitasi, diwadahi. Yang paling penting buat kita, jangan sampai inovasi-inovasi itu cukup hanya sebatas inovasi,” tegasnya.

Salah satu contoh yang menarik perhatiannya yakni inovasi peserta berupa produk sampo berbahan herbal dan alami. Selain gagasan produknya, peserta juga dinilai telah mampu memikirkan aspek kemasan agar lebih menarik.

Menurut Bambam, meski produk tersebut masih membutuhkan pengembangan dan pengujian lebih lanjut, ide awal yang dimiliki para pelajar patut diapresiasi.

“Kita tidak berpikir apakah kandungannya sudah di lab atau belum. Tapi yang penting ini ide awal dari anak-anak harus kita apresiasi. Hal-hal seperti inilah yang harus difasilitasi oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia berharap inovasi yang dinilai memiliki potensi dapat memperoleh pendampingan sehingga dapat disempurnakan, diproduksi dengan kualitas yang lebih baik, bahkan memiliki peluang untuk masuk ke pasar.

“Mana tahu yang jual sampo ini nanti juara. Kita fasilitasi, kita tawarkan apakah memang kalau bagus mereka bisa menyempurnakan lebih ini lagi. Jadi ide yang awal seperti ini bisa disempurnakan, diaplikasikan atau diproduksi yang lebih bagus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bambam menyebut kompetisi inovasi menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberanian untuk menciptakan solusi terhadap berbagai persoalan.

Ia berharap proses pembinaan dan fasilitasi tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut hingga inovasi tersebut benar-benar memberikan manfaat.

Menurutnya, jika potensi generasi muda terus diberi ruang dan dukungan, berbagai gagasan sederhana dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki dampak lebih besar.

“Inilah wujud bahwa generasi emas tahun 2045 nanti luar biasa,” pungkasnya.

Dengan keterlibatan 247 inovasi dari berbagai kategori, Bapperida Kabupaten Bogor berharap gagasan yang muncul dapat terus dikembangkan, diterapkan, direplikasi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor. (Ad)

 

Editor: Nurul Khairiyah

Bogor
Comments (0)
Add Comment