Kades Dolok Masagal J. Sinaga Bantah Bawa-bawa Nama Mangihut Sinaga, Akui Memiliki Hubungan Dekat

SIMALUNGUN (detikgp.com) – Nama Mangihut Sinaga, anggota DPR RI dari Partai Golkar, cukup dikenal di wilayah Sumatera Utara. Popularitas tersebut membuat namanya menjadi sorotan, termasuk ketika muncul informasi mengenai dugaan pencatutan nama untuk kepentingan tertentu.

Belakangan, J. Sinaga, salah satu pangulu atau kepala desa (kades) di wilayah Pematang Sinaman, Kecamatan Dolok Masagal, Kabupaten Simalungun, dikabarkan kerap membawa-bawa nama Mangihut Sinaga, terutama dalam urusan pekerjaan atau proyek.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) yang dilaksanakan pada 2025 dengan pagu anggaran sekitar Rp300 juta. Berdasarkan informasi yang beredar, fasilitas penyediaan air minum tersebut saat ini disebut tidak lagi berfungsi.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, J. Sinaga membantah pernah membawa nama Mangihut Sinaga dalam urusan pekerjaan. Namun, ia mengakui memiliki hubungan dekat dengan anggota DPR RI tersebut dalam konteks kekeluargaan.

“Secara kekeluargaan kami memang dekat dengan Mangihut, namun terkait pekerjaan, saya tidak pernah melibatkan nama Mangihut,” tutur J. Sinaga.

J. Sinaga juga membenarkan adanya proyek penyediaan air minum melalui PAMSIMAS di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa fasilitas tersebut saat ini tidak beroperasi karena kondisi kekeringan, bukan karena proyek tersebut mangkrak.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan fasilitas penyediaan air minum itu terlihat seolah-olah tidak berjalan.

“Bukan karena mangkrak, tetapi akibat kekeringan,” jelas J. Sinaga.

Meski demikian, kondisi terkini fasilitas PAMSIMAS tersebut, termasuk penyebab tidak beroperasinya sarana air minum dan keberlanjutan manfaatnya bagi masyarakat, masih perlu dipastikan melalui peninjauan lapangan serta keterangan dari pihak terkait.

Informasi mengenai dugaan penggunaan nama Mangihut Sinaga dalam urusan pekerjaan juga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut agar pemberitaan tetap berimbang dan tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terkonfirmasi. (Red./Rps.)

Anda mungkin juga berminat