PEMATANGSIANTAR (detikgp.com) – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Uli Kota Pematangsiantar terus menunjukkan kesigapannya dalam menangani berbagai gangguan jaringan distribusi air minum, termasuk kebocoran pipa yang terjadi di sejumlah wilayah.
Sebagai perusahaan daerah yang bergerak di bidang penyediaan air minum, Perumda Tirta Uli melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Pematangsiantar. Pelayanan tersebut juga mencakup berbagai fasilitas umum dan tempat usaha, seperti pertokoan, sekolah, perusahaan, hingga rumah ibadah, termasuk gereja dan masjid.
Belum lama ini, tim teknis lapangan yang dipimpin Hermadi melakukan perbaikan sambungan pipa bawah tanah yang mengalami kebocoran di Jalan Melanton Siregar, Kota Pematangsiantar.
Menurut Hermadi, perbaikan kebocoran pipa merupakan pekerjaan yang hampir setiap hari dilakukan oleh tim teknis di lapangan. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan lokasi kebocoran agar gangguan dapat segera diatasi.
Ia menjelaskan, proses perbaikan umumnya ditargetkan selesai dalam satu hari. Namun, durasi pengerjaan bergantung pada sejumlah faktor, terutama kondisi permukaan di atas titik kebocoran.
“Kalau kebocoran tidak berada di bawah cor-coran beton atau aspal, kemungkinan pengerjaannya tidak sampai satu hari sudah selesai. Namun, jika titik kebocoran berada tepat di bawah beton atau aspal, tentu membutuhkan waktu lebih lama. Meski demikian, kami upayakan agar perbaikan dapat diselesaikan dalam satu hari,” ujar Hermadi.
Sementara itu, Humas Perumda Tirta Uli, D. Pasaribu, mengatakan pihaknya terus berupaya merespons keluhan masyarakat atau pelanggan terkait gangguan pelayanan air minum.
Menurutnya, kebocoran pada sambungan pipa umumnya terjadi karena komponen sambungan atau jilbud sudah waktunya diganti akibat kondisi dan masa pemakaian.
“Tim kami selalu bergerak cepat menangani setiap gangguan, termasuk menindaklanjuti keluhan dari pelanggan,” ujar Pasaribu.
Perumda Tirta Uli berharap penanganan yang cepat dan tepat dapat menjaga kelancaran distribusi air minum kepada masyarakat serta meminimalkan dampak gangguan pelayanan bagi para pelanggan. (Red./Rps)
Editor: Nurul Khairiyah