KOTA BEKASI (detikgp.com) – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau sejumlah titik pembangunan infrastruktur jalan dan saluran air bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) menggunakan sepeda motor. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung progres pekerjaan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan penanganan infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemantauan diawali dari Kali Harun, Kecamatan Pondok Melati, kemudian dilanjutkan ke sejumlah ruas jalan dan saluran air, di antaranya Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jalan Anugerah, Jalan Raya Caman, Jalan Muchtar Tabrani, hingga kawasan Pondok Gede dan sekitarnya.
Saat meninjau Kali Harun, Wali Kota menjelaskan bahwa penanganan sungai masih menghadapi kendala pembebasan lahan. Terdapat empat rumah yang memiliki sertifikat di area yang dibutuhkan untuk penanganan sungai. Pemerintah Kota Bekasi tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri status kepemilikan lahan tersebut.
“Lebar sungai yang sebelumnya sekitar tiga meter kini menyempit menjadi satu hingga dua meter. Kita menargetkan penanganan sekitar 380 meter pada akhir tahun ini dari rencana sepanjang kurang lebih 440 meter,” jelas Tri Adhianto.
Sementara itu, Jalan Raya Hankam menjadi salah satu ruas yang direncanakan untuk diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan dan kualitas jalan bagi masyarakat.
Penanganan banjir di kawasan Gamprit juga menjadi perhatian. Pemerintah telah mengerjakan saluran di Kalisunter sepanjang sekitar 300 meter dan menargetkan tambahan pekerjaan sepanjang 900 meter pada tahun ini.
Di kawasan Jatiwaringin, khususnya sekitar Kampus As-Syafi’iyah dan Universitas Krisnadwipayana (Unkris), masih diperlukan penanganan saluran sepanjang kurang lebih 400 meter untuk mendukung aliran air menuju Kali Cakung. Perbaikan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi genangan yang kerap terjadi saat hujan.
Selain itu, Jalan Anugerah yang menghubungkan Jatiwaringin dengan Jatibening Baru ditargetkan selesai tahun ini. Karena berada di kawasan lereng jalan tol, pengerjaan dilakukan dengan hati-hati. Wali Kota juga meminta agar kerusakan dan lubang di sejumlah ruas jalan segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Di kawasan Simpang Lima, Jalan Raya Caman, Jatibening Permai RW 11, Wali Kota menyoroti penyempitan saluran sebagai salah satu faktor yang menghambat aliran air. Pemerintah merencanakan pelebaran saluran serta pembangunan long storage atau tampungan air di kawasan crossing tol.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tampungan air dan mengurangi genangan yang berdampak pada warga Jatibening Permai, PGP, serta kawasan sekitarnya.
Wali Kota turut meminta dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pembangunan berlangsung. Warga diimbau memanfaatkan jalur alternatif apabila terjadi antrean atau hambatan lalu lintas akibat pekerjaan.
Di Jalan Muchtar Tabrani, pemerintah merencanakan penataan jalan menjadi dua arah, disertai pembebasan lahan dan penataan saluran air di bagian tengah. Penataan ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus memperbaiki fungsi saluran air.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko banjir.
Selain lokasi tersebut, peninjauan bersama tim BMSDA mencakup Taman Bawah Becakayu Kalimalang, DAS Bojongrangkong, Saluran Kemangsari, saluran Jalan Jatiwaringin dan lanjutannya, pedestrian Pondok Gede, Jalan Kodau–Kecapi, serta Jalan Pekayon–Pondok Gede. (Ad)
Editor: Nurul Khairiyah