Bimtek Kades Kab Simalungun Diduga Penuh Dengan Permainan Serta Diduga Melibatkan Oknum Kades Dengan Pihak PMD

SIMALUNGUN (detikgp.com) – Bimbingan teknis (bimtek) diberbagai instansi sering dilakukan untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan benerapa tugas seperti, pengadaan barang dan jasa, sertifikasi, pengelolaan keuangan daerah , pelayanan publik yang prima dan beberapa hal lainnya. Belum lama ini seluruh desa yang ada di Kabupaten Simalungun mengadakan bimtek.

Menurut informasi yang berkembang diduga setiap desa dikenakan biaya 10 juta. Jumlah desa yang ada di Kabupaten Simalungun sekitar 366 desa, jika dikalikan, berarti jumlah uangnya sekitar 3,6 miliar.

Menurut beberapa kepala desa (kades) yang tidak bersedia namanya disebut, kegiatan bintek tersebut tidak jelas arahnya. Bimtek tersebut dilakukan tahun 2025 dan anggarannya menggunakan snggaran dana desa (ADD) 2025.

Dilain tempat, ketua LSM MATAHARI R Simbolon, pihaknya pernah bersurat kepada dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori Simalungun, terkait bimtek yang dilakukan diluar pulau pada tahun anggaran 2024 saat itu kepala dinasnya masih SM P, namun hingga saat ini pihak dinas tidak menanggapinya, tutur Simbolon.

Terkait dugaan kasus bimtek ini, salah satu kades SS mengakui adanya pelaksanaannya, namun SS membantah adanya persekongkolan antara kades dan kepala dinas pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN).

Hal senada dikatakan EP kepala dinas PMDN yang baru, juga membantah adanya keterlibatannya terkait dugaan kasus bimtek, “Saya tidak pernah bertemu dengan kades dalam rangka pembahasan bimtek” ujar EP melalui telepon selularnya.

Ketika SM P kepala dinas sebelumnya dikonfirmasi melalui WhatsUp telepon genggamnya, hingga saat tidak merespon. (Rps)

 

 

 

Editor : Dea Ananda

 

Anda mungkin juga berminat