Polda Banten Resmikan 145 Jembatan Merah Putih Presisi, Bangun Akses Desa Lewat Swadaya dan Gotong Royong
LEBAK BANTEN (detikgp.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Banten resmi meresmikan 145 Jembatan Merah Putih Presisi di wilayah hukum Polda Banten. Acara peresmian pusatan ini bertempat di wilayah Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, pelajar, dan warga setempat.(Rabu 13.8.2026).
Pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia yang dijabarkan oleh Kapolri, kemudian diimplementasikan oleh Kapolda Banten beserta seluruh jajaran Polres dan Polsek.
Kapolda Banten.Irjen Pol Hengki.S.I.K.M.H. menyampaikan bahwa seluruh proyek pembangunan dan revitalisasi jembatan ini telah rampung 100 persen tanpa mengandalkan anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran).
“Alhamdulillah, 145 jembatan sudah selesai 100 persen. Ini terdiri dari 103 revitalisasi dan 42 pembangunan jembatan baru. Salah satunya jembatan gantung di Bayah Barat yang menghubungkan Desa Dharmasari dan Desa Bayah Barat,” ujar Irjen Pol Hengki saat diwawancarai awak media di lokasi peresmian.
Menjawab pertanyaan mengenai rahasia keberhasilan Polda Banten menjadi wilayah dengan pembangunan jembatan terbanyak, kapolda menekankan pentingnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial.
Pembangunan jembatan ini murni digerakkan melalui swadaya, hasil kolaborasi jajaran kepolisian, masyarakat, hingga para dermawan yang tergerak untuk saling membantu
Bantuan mengalir mulai dari sumbangan material seperti semen dan pasir, bantuan tenaga, hingga doa dari warga.
Pembangunan menjadi jauh lebih terjangkau karena pengerjaan pengecoran dan pengadukan semen dilakukan secara bersama-sama oleh personel Polri dan warga lokal
Keberadaan jembatan gantung ini dirasakan sangat vital.Untuk masarakat Kecamatan Bayah, jembatan tersebut diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi 8.000 hingga 10.000 jiwa.
Jembatan ini mempermudah aksesibilitas mobilitas harian warga, mulai dari aktivitas petani, interaksi sosial-kemasyarakatan, fasilitas kesehatan, hingga memudahkan para siswa/pelajar pergi menuju sekolah
Kapolda Banten menegaskan bahwa aksi nyata ini adalah cerminan dari komitmen kepolisian sebagai pengabdi rakyat:
“Polisi itu polisi rakyat. Kami berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.Kami digaji oleh rakyat, maka jiwa dan raga kami dharmabaktikan sepenuhnya untuk masyarakat,” tegas Kapolda
Terkait keberlanjutan fungsi jembatan, Kapolda mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang sudah dibangun agar memiliki usia pakai yang panjang.
Jembatan gantung ini dirancang untuk pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor, dengan batas kapasitas beban antara 500 kg hingga 1 ton.
Menutup sesi wawancara, Irjen Pol Hengki.S.I.K.M.H. menambahkan bahwa Polda Banten tidak akan berhenti di sini.Pihaknya akan terus mendata dan menindaklanjuti wilayah-wilayah perdesaan yang masih mengandalkan jembatan bambu berisiko tinggi.
Selain program jembatan, Polda Banten juga bersiap meluncurkan program pemenuhan akses air bersih bagi masyarakat Banten yang akan segera dibahas dalam rapat koordinasi tingkat Polda.Tutup Irjen Pol Hengky S.I.K.M.H. (Ad)
Editor : Dea Ananda