Investasi Rp3 Triliun, PSEL Bekasi Jadi Langkah Baru Atasi Sampah

KOTA BEKASI (detikgp.com) – Pemerintah resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026). Proyek yang dikembangkan melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menangani persoalan darurat sampah di perkotaan.

Peresmian pembangunan PSEL tersebut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Proyek PSEL Bekasi diperkirakan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp3 triliun. Fasilitas ini nantinya akan mengolah sampah menjadi energi listrik sehingga diharapkan mampu mengurangi beban sampah yang selama ini menumpuk di kawasan Bantargebang.

Pembangunan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari program Danantara dalam mengembangkan teknologi Waste-to-Energy di sejumlah daerah. Sebelumnya, Danantara telah menetapkan Wangneng Environment Co., Ltd. sebagai operator PSEL Bekasi melalui proses pemilihan mitra.

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas juga menyempatkan diri bertemu dan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai manfaat keberadaan PSEL. Ia menyampaikan bahwa proyek tersebut tidak hanya berbicara mengenai pengurangan sampah, tetapi juga dapat membuka peluang pekerjaan bagi masyarakat di sekitar kawasan.

“Bapak bisa bekerja di sana, terkait pengelolaan sampah,” jelas Zulhas kepada warga.

Menurut Zulhas, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL dapat dilakukan di 40 kota yang masuk kategori darurat sampah. Kota dengan produksi sampah lebih dari 1.000 ton per hari menjadi salah satu prioritas dalam program tersebut.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di berbagai daerah dapat berlangsung secara bertahap hingga 2027–2028. Sementara pada 2029, pemerintah berharap persoalan sampah nasional dapat ditangani hingga sekitar 70–80 persen.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir dalam peresmian pembangunan PSEL Bekasi. Kehadiran KDM menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap upaya percepatan pengelolaan sampah, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Selain mengandalkan fasilitas PSEL, pemerintah juga menilai masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi persoalan sampah. Pemilahan sampah dari rumah, khususnya antara sampah organik dan anorganik, dinilai dapat membantu proses pengelolaan agar lebih efektif.

Zulhas menyebut masih terdapat sekitar 20 persen persoalan sampah yang berada pada tingkat rumah tangga dan membutuhkan edukasi serta keterlibatan masyarakat. Karena itu, kebijakan ke depan akan mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah sejak dari sumbernya.

Dengan dimulainya pembangunan PSEL di Bantargebang, pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat menjadi solusi baru bagi persoalan sampah Kota Bekasi sekaligus menghasilkan energi yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

Proyek ini juga diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi memberikan dampak ekonomi melalui investasi, penciptaan lapangan kerja, serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam ekosistem pengelolaan sampah. (Dy)

 

 

 

 

Editor : Dea Ananda

Anda mungkin juga berminat