Apakah Ada Unsur Sengaja MENYUDUTKAN Nama Bupati Kab.bogor Dalam Isu Dugaan Korupsi Upah Pungut

Bogor (detikgp.com) – Nama RUDY SUSMANTO selaku Bupati Kabupaten Bogor mendadak di pertanyakan dan dikait-kaitkan setelah berjalan nya dugaan korupsi upah pungut. Sedangkan belum ada keterangan pasti maupun kesimpulan resmi dalam mengenai siapa yang telah ditetapkan bersalah.

Betul memang menjadi sorotan dan perhatian khusus dari para Pemerhati/Pengamat, Fungsi Kontrol, Aktivis, LSM, Media dan lainnya. Namun kembali saat ini Lembaga Anti Rasuah KPK RI masih terus berjalan melakukan proses penyelidikan secara mendalam untuk dapat membuktikan, lalu menyampaikan nya ke publik.

Namun dalam isu yang berkembang ini diduga lebih seperti menyudutkan Bupati Kabupaten Bogor Konon diduga terlibat atau menjadi dalang. Sedangkan Sekretaris Daerah telah menyampaikan bahwa upah pungut diterima resmi oleh sejumlah pejabat teras daerah sesuai ketentuan yang berlaku.

Maka ini perlu menjadi pertanyaan, Apakah ada unsur kepentingan politik ataupun barisan tidak suka yang sengaja untuk Menjatuhkan, Melengserkan Rudy Susmanto sebagai Bupati Kabupaten Bogor ?

Atau diduga karena adanya kepentingan susunan dalam pengisian beberapa posisi pemerintahan yang masih kosong, kemudian ingin membuat roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Rudy Susmanto menjadi jelek dan seolah rusak hingga membuat masyarakat menjadi berfikiran negatif.

Sedangkan jika terjadi kekosongan posisi posisi jabatan, tentu jelas terdapat mekanisme penggantian sesuai aturan yang berlaku. Konon bila sempat tidak sesuai aturan pasti semua akan semaunya dan akhirnya berantakkan karena tidak pada porsi juga keahlian pada bidangnya. Itulah yang pernah di dengar oleh Tim awak media saat konfrensi pers di giat pelantikan pejabat pemerintah daerah.

Jadi siapakah yang diduga secara politik atau kekosongan posisi jabatan paling di untungkan dan paling di rugikan. Sedangkan kita tahu bersama bagaimana di era kepemimpinan Rudy Susmanto sejumlah program pembangunan terus berjalan. Juga sudah ada yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mendapatkan perhatian baik publik.

Lalu apakah dalam isu ini akan menemukan faktanya, atau justru melemah karena tidak didukung oleh bukti- bukti konkret serta bukti kuat. Maka mari kita semua menunggu juga menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan biar Tuhan memperlancar menjawab fakta kebenarannya melalui KPK yang menjadi aparat penegak hukum korupsi. (Iki gondrong)

 

 

Editor : Dea Ananda

Anda mungkin juga berminat