Tingkatkan Sinergi dan Kinerja, FPK Helat Capacity Building Pengurus

KABUPATEN BEKASI (detikgarudaperkasa.com) – Dalam rangka meningkatkan sinergi dan kinerja, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bekasi menghelat capacity building bagi pengurus Kabupaten Bekasi dan Kecamatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Cikarang, Kecamatan Cikarang Utara, Jumat dan Sabtu (28 – 29/11/2025).

Ketua FPK Kabupaten Bekasi, KH Ahmad Ghufron mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dan anggota dalam rangka mensosialisasikan permasalahan FPK di daerah.

Dikatakan KH Ghufron, pengurus FPK sudah terbentuk di seluruh kecamatan sejak tahun 2014. Dan pihaknya di tahun 2026 akan memperbaharui pengurus di kecamatan, agar kegiatan sosialisasi FPK di setiap kecamatan bisa berjalan dengan maksimal.

“Kami juga akan melakukan kunjungan ke setiap kecamatan dan Pak Camat, agar supaya terjalin koordinasi, karena struktur FPK di kecamatan ini bukan struktur komando, tapi struktur koordinasi,” ungkapnya kepada awak media.

Pasca mengikuti kegiatan capacity building ini, dirinya berharap kinerja para pengurus dan anggota FPK bisa semakin meningkat, karena masalah kebangsaan ini masalah besar, sehingga harus dirawat dan dibangun terus menerus, harus punya kesadaran ideologis, bahwa NKRI harga mati dan Berbhineka Tunggal Ika.

“Konflik etnis ini sangat berat, lebih berat dari konflik agama, ini sudah terjadi di berbagai daerah. Dan saat ini sudah ada 17 etnis besar yang tergabung di FPK Kabupaten Bekasi, supaya ikut membangun wawasan kebangsaan yang ada di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Dalam kegiatan capacity building ini, pihaknya memberikan materi kemampuan skill, kemampuan bersosialisasi, kemampuan untuk mendeteksi dini, kemampuan bertoleransi dan kemampuan untuk bergotong royong.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua FPK Kabupaten Bekasi, Akhmad Kosasih, berpesan kepada seluruh jajaran FPK untuk sama-sama mensosialisasikan Permendagri Nomor 34 tahun 2006, serta meningkatkan persatuan dan kesatuan sehingga tercipta suasana yang kondusif.

“Mari kita juga menumbuh kembangkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, serta mendahulukan kepentingan bangsa dan negara dari kepentingan pribadi dan golongan,” papar Mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi ini.

Sementara itu saat memberikan materinya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Encep Supriatin Jaya, menyampaikan masalah-masalah kebangsaan yang akan dihadapi meliputi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG).

Ancaman seperti terorisme dan konfik di daerah, masalah-masalah tersebut seperti api dalam sekam. Kemudian Tantangan adalah menguji kemampuan dan kekuatan bangsa seperti globalisasi, perubahan iklim dan lain-lain.

“Hambatan adalah faktor yang menghambat kemajuan Indonesia, seperti korupsi dan kemiskinan. Dan terakhir adalah Gangguan, yaitu mengganggu stabilitas bangsa seperti bencana alam,” ungkapnya.

Encep menjelaskan beberapa tugas dari FPK, yaitu meningkatkan kesadaran dan pemahaman perlunya persatuan dan kesatuan, mensosialisasikannya kepada masyarakat, kemudian mempromosikan nilai-nilai kebersamaan.

“FPK juga mempunyai tugas untuk mengembangkan sikap toleransi antar orang yang berbeda agama, suku, ras dan sebagainya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, serta mengidentifikasi masalah-masalah yang mengganggu persatuan,” paparnya. (zal)

Anda mungkin juga berminat