KOTA BEKASI (detikgp.com) – Setiap tanggal 9 Februari, bangsa Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali peran strategis insan pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keberadaan pers yang kredibel menjadi garda terdepan dalam menjaga kebenaran informasi serta menangkal penyebaran hoaks di masyarakat.
Wartawan senior yang telah lama berkecimpung di berbagai media arus utama nasional sekaligus penasihat salah satu media online di Kota Bekasi, Amran Siregar, menegaskan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi pers dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Menurutnya, pers yang sehat, independen, dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik sangat dibutuhkan untuk mengawal proses demokrasi, khususnya dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Profesi jurnalis harus taat terhadap Undang-Undang Pers dan 11 pasal Kode Etik Jurnalistik. Seorang wartawan wajib bersikap netral dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui tulisan maupun gambar. Ibarat seseorang yang bertugas menyapu lantai, tentu tidak boleh menggunakan sapu yang kotor,” ujar Amran.
Dalam berbagai peringatan HPN, pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus mendorong agar ekosistem media nasional tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah disrupsi teknologi. Sinergi antara pemerintah dan insan pers dinilai sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memvalidasi informasi yang beredar, serta mendukung keberhasilan pembangunan nasional.
Hari Pers Nasional bukan sekadar perayaan seremonial. Transparansi dalam penyelenggaraan setiap kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dan pertanggungjawaban, harus dijaga agar tidak menimbulkan konflik di antara sesama insan pers. Peringatan HPN juga menjadi pengingat akan tanggung jawab besar wartawan dalam menyuarakan kepentingan publik.
Dengan menjaga integritas, profesionalisme, dan independensi, pers diharapkan dapat terus menjadi pilar keempat demokrasi yang terpercaya serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Alasan mendasar mengapa Hari Pers Nasional selalu diperingati adalah sebagai sarana refleksi dan pengingat terhadap sejarah, perkembangan, serta kontribusi pers nasional. Momentum ini juga menjadi referensi penting dalam memperkuat peran media sebagai penyampai informasi yang akurat, edukatif, dan bertanggung jawab. (Ad)
Editor: Nurul Khairiyah