KABUPATEN BEKASI (detikgp.com) — Ketua Forum Komunikasi Warga Bekasi (FKWB) sekaligus Ketua DPC WBI Kabupaten Bekasi, H. Apud Saefudin, menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan Rumah Sakit (RS) Annisa Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kekecewaan tersebut muncul setelah dirinya mengaku kesulitan mendapatkan pertolongan medis bagi kakaknya yang berusia 80 tahun dan mengalami luka di kepala akibat terjatuh.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (6/10/2026). Kejadian ini juga menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan kekecewaan Apud beredar melalui grup WhatsApp.
Saat dikonfirmasi wartawan, Apud menjelaskan bahwa dirinya membawa sang kakak ke RS Annisa Cikarang yang berlokasi di Jalan Lemah Abang, Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut Apud, kakaknya mengalami luka di bagian kepala setelah terjatuh di rumah. Melihat darah terus mengalir dari luka tersebut, ia panik dan segera membawa kakaknya ke rumah sakit terdekat.
“Usianya sudah 80 tahun. Saya panik melihat darah mengucur dari kepalanya, akhirnya saya bawa ke Rumah Sakit Annisa Cikarang,” ujar Apud.
Ia mengatakan, setibanya di rumah sakit, kakaknya masih berada di dalam mobil. Apud kemudian meminta petugas memberikan pertolongan pertama, setidaknya untuk membersihkan luka dan menangani perdarahan yang dialami kakaknya.
Namun, menurut pengakuannya, pihak rumah sakit menyampaikan bahwa tempat tidur untuk pasien sedang tidak tersedia.
“Saya bilang kepada pihak rumah sakit, tolong bersihkan dulu darah di kepala kakak saya. Tetapi, pihak RS Annisa menjawab tidak ada tempat tidur untuk pasien,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Apud mengaku semakin kecewa karena menilai kakaknya yang sudah lanjut usia membutuhkan penanganan segera. Ia juga menyebut bersedia membayar biaya pengobatan secara mandiri tanpa menggunakan BPJS Kesehatan agar kakaknya dapat memperoleh pertolongan.
“Padahal, saya siap membayar dan tidak menggunakan BPJS. Saya hanya ingin kakak saya mendapatkan pertolongan pertama,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, Apud mengaku langsung menghubungi Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi untuk meminta perhatian dan tindak lanjut terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, agar pemerintah daerah mengetahui kejadian yang dialaminya.
Menurut Apud, langkah tersebut dilakukan agar persoalan pelayanan kesehatan di Kabupaten Bekasi mendapat perhatian dan tidak kembali dialami masyarakat lainnya.
Hingga berita ini disusun, keterangan yang disampaikan dalam pemberitaan ini masih berdasarkan penuturan H. Apud Saefudin. Konfirmasi dari pihak RS Annisa Cikarang mengenai kronologi kejadian dan alasan tidak tersedianya tempat tidur, termasuk prosedur penanganan pasien di instalasi gawat darurat (IGD), masih diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang. (Red.)
Editor: Nurul Khairiyah