Empat Nama Mencuat sebagai Calon Ketua PKB Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI (detikgp.com) – Sebanyak empat nama pengurus, yaitu Muhamad Rochadi, Ahmad Faisal, Ombi Hari Wibowo dan Hasan Basri mencuat sebagai Calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi Periode 2026 – 2031.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Bekasi, yang dilaksanakan di Hotel PrimeBiz, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, Sabtu (11/04/2026).

Wakil Ketua DPW PKB Provinsi Jawa Barat, M. Faizin mengatakan, Muscab merupakan forum tertinggi pengurus di tingkat kabupaten dan kota, untuk mempertanggung jawabkan kinerja selama satu periode dan membuat rencana kerja menuju 2031.

“Muscab PKB hari ini tidak memilih langsung Ketua DPC, tetapi calon ditetapkan oleh Forum Muscab dan dipetakan oleh DPP melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan,” ungkapnya kepada para awak media.

Dikatakan Faizin, Calon Ketua PKB Kabupaten Bekasi diketahui sebanyak empat orang dan tidak ada lagi tambahan, sampai nanti para calon akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan, dimana mekanismenya akan diatur oleh DPP dan DPW PKB.

“Uji kelayakan dan kepatutan nanti akan banyak melibatkan para pihak ya, seperti politisi, akademisi, dan pengusaha, untuk menggali potensi para calon, sehingga akan terpilih Ketua DPC yang sesuai dengan harapan dan target dari DPP,” terangnya.

Dirinya mengatakan, keempat calon Ketua PKB tersebut mempunyai peluang dan potensi yang sama, tergantung dari DPP melihatnya dari sisi mana. Tentunya setiap calon mempunyai kompetensi dan strategi yang nantinya akan diuji oleh DPP.

“DPP sudah mengingatkan bahwa Muscab ini semua dalam rangka kebersamaan dan bermusyawarah, karena itu supaya tidak terjadi konflik dan benturan, dengan mekanisme ini kita harapkan semuanya akan patuh dan tunduk dengan putusan DPP, karena renja-nya semua sudah disiapkan oleh pengurus DPP,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Pendiri PKB, KH Masyuri Malik mengatakan, PKB didirikan oleh tokoh-tokoh NU, sehingga merupakan kehormatan sebagai warga NU bisa bergabung di PKB. Menurutnya, muslim Indonesia mempunyai kelebihan yang luar biasa diabndingkan warga negara yang lain.

“Kita mempunyai dua warisan yang sangat strategis kaitan keluarga, beragama, berbangsa dan bernegara. Pertama warisan keberagaman yang dikenal sebagai ahlus sunah wal jamaah sebagai representasinya adalah NU. Ini adalah anugerah yang kita miliki dari para tokoh, ulama, kyai dan sebagainya,” paparnya.

Dijelaskannya, dari keberagamaan muncul sikap pandangan tentang kenegaraan, tentang bangsa. Salah satu bentuk syukur adalah dalam posisi berpolitik didalam PKB. Jadi berpartai bukan sekedar cari kursi, tetapi dalam posisi mendapatkan sebuah ideologi. Dalam rangka menjaga warisan para pendiri dan tokoh PKB.

“Kalau kita tidak membesarkan PKB, maka kita tidak tahu diri, karena PKB tidak dijaga, dibesarkan dan dipelihara. Kalau kita mau membesarkan berarti kita tahu diri untuk menjaga partai yang didirikan oleh para pendiri,” terangnya.

Kemudian warisan kedua adalah warisan negara bangsa dalam wujud NKRI dan instrumennya pemerintahan. Oleh karena itu, dirinya meminta untuk menjaga republik ini. Perjuangan para tokoh NU dalam konsolidasi awal mendirikan PKB sangatlah berat.

“Kalau tidak ada yang dua ini maka tidak tahu nusantara ini seperti apa. Nusantara dengan keberagaman yang luar biasa. Indonesia itu adalah negara yang heterogen, plural, macam-macam agama, bahasa, suku dan pulaunya hingga ratusan ribu,” tandasnya. (zal)

Anda mungkin juga berminat