Warga Pondok Ungu Permai Sektor 5 Dibuat Resah Banjir Menjadi Langganan, Pemda Didesak Segera Normalisasi Kali
BEKASI (detikgp.com) – Permasalahan banjir tahunan kembali membayangi warga di kawasan Pondok Ungu Permai (PUP), khususnya Sektor 5, Kabupaten Bekasi. Setiap kali hujan deras mengguyur, permukiman warga tergenang air hingga mengganggu aktivitas harian dan mengancam kesehatan masyarakat.
Kondisi terparah dirasakan oleh warga yang bermukim di lingkungan RW 23. Wilayah ini kerap menjadi lokasi terdampak paling signifikan akibat luapan air yang tidak tertampung oleh saluran drainase utama.
Pendangkalan dan Penumpukan Sampah Jadi Pemicu
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penyebab utama parahnya banjir di wilayah ini adalah kondisi kali yang melintasi pemukiman warga sudah sangat memprihatinkan. Terjadi pendangkalan serius (sedimentasi lumpur) serta penumpukan sampah yang mempersempit aliran air di perpara lagi lahan kosong yang ada di sekitar Rw 23 kondisi saat ini sudah di uruk untuk di jadikan Perumaham Baru.
Kondisi kali yang menyempit tersebut tidak lagi mampu menampung debit air hujan dalam jumlah besar, sehingga air meluap dengan cepat ke pemukiman warga di RW 23 dan sekitarnya.
Warga Desak Pemerintah Daerah Turun Tangan
Menanggapi kondisi yang terus berulang tanpa solusi permanen ini, warga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret.
Warga mendesak Pemda agar mempercepat program pengerukan (sedimentasi) dan normalisasi kali yang membentang di sepanjang wilayah RW 21, RW 23, hingga RW 30.
“Kami sudah lelah menjadi langganan banjir” setiap kali hujan deras turun RW 23 ini salah satu yang paling parah terkena dampaknya.
“Kami sangat berharap Pemda segera turun tangan menormalisasi dan merapikan kali sepanjang RW 21, 23, sampai RW 30 agar aliran air kembali lancar dan lingkungan kami bebas dari banjir,” ujar salah satu perwakilan warga setempat yang mengatakan ke pada media detikgp.com.
Warga berharap permohonan ini mendapat perhatian serius dan respon cepat dari Pemda Kabupaten Bekasi sebelum memasuki puncak musim penghujan berikutnya. (Ad)
Editor : Dea Ananda