Wali Kota Wesly Hadiri Peresmian Renovasi Makam dr. Djasamen Saragih, Ajak Masyarakat Lestarikan Nilai Perjuangan Tokoh Bangsa

SIMALUNGUN (detikgp.com) – Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, SH., M.Kn., menghadiri peresmian renovasi makam tokoh Simalungun, dr. Djasamen Saragih Sumbayak, di Aman Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa dan keteladanan dr. Djasamen Saragih sebagai pelopor pelayanan kesehatan yang telah memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun.

Peresmian renovasi makam ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh para tokoh dan tamu undangan yang hadir. Dalam sambutannya, Wali Kota Wesly menegaskan bahwa peresmian tersebut bukan sekadar meresmikan makam yang telah direnovasi, tetapi juga menjadi wujud penghormatan terhadap sejarah serta pengabdian para pendahulu.

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan sebuah makam yang telah direnovasi, tetapi kita sedang memperkuat ikatan sejarah, mengenang nilai-nilai perjuangan, keteladanan, dan pengabdian yang diwariskan oleh almarhum dr. Djasamen Saragih,” ujar Wesly.

Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pendahulunya, menjaga jejak sejarah, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, Wesly menyampaikan selamat atas terlaksananya peresmian renovasi makam tersebut. Ia berharap semangat pengabdian dr. Djasamen Saragih terus menginspirasi generasi muda, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, cicit almarhum dr. Djasamen Saragih, Patra Saragih Sumbayak, menjelaskan bahwa renovasi makam dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah meninggalkan warisan pengabdian bagi masyarakat. Ia berharap makam tersebut dapat terus dirawat dan dijaga sebagai bagian dari warisan sejarah Simalungun.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (PACS), dr. Sarmedi Purba, mengungkapkan bahwa menjadi seorang dokter pada era 1930-an bukanlah hal yang mudah. Saat itu, pendidikan kedokteran masih sangat terbatas dan hanya dapat diakses melalui sekolah yang diselenggarakan Pemerintah Hindia Belanda bagi kalangan pribumi.

Ia juga menjelaskan bahwa sekitar tahun 1943, dr. Djasamen Saragih berpindah ke Pematangsiantar dan menjadi tokoh penting dalam perkembangan pelayanan kesehatan. Namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

Apresiasi turut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Simalungun, Jefra Hasudungan Manurung. Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatif renovasi makam sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa tokoh daerah.

Senada dengan itu, Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas terlaksananya renovasi makam tersebut. Menurutnya, makam dr. Djasamen Saragih tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada tokoh Simalungun, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata sejarah dan wisata edukasi yang dapat memperkenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda.

Keberadaan makam yang telah direnovasi ini diharapkan menjadi pengingat akan jasa, dedikasi, dan semangat pengabdian almarhum kepada masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus berkarya dan mengabdi (Rps)

 

 

 

 

Editor : Dea Ananda

Anda mungkin juga berminat