KABUPATEN BEKASI (detikgarudaperkasa.com) – Sejumlah masyarakat Desa Pantaimekar, Kecamatan Muaragembong, melakukan aksi penyegelan Kantor Desa dengan menggunakan papan kayu dan spanduk, sebagai bentuk protes terhadap dugaan tidak transparannya penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD), Jumat (13/02/26).
Aksi tersebut diabadikan oleh warga melalui media sosial, dan berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan setempat.
Benar, kejadian ini bentuk kekecewan masyarakat Desa Pantaimekar kepada Kepala Desa Pantaimekar Dahlan yang diduga tidak transparan dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa.
Warga yang tergabung di Forum Masyarakat Desa Pantai Mekar, Satim, menyampaikan sebelum kejadian tersebut masyarakat sudah datang ke Kejaksaan kabupaten Bekasi, dan selama ini pihak Inspektorat Kabupaten Bekasi belum ada melakukan tindakan.
“Kami juga sudah melaporkan ke Kapolres Metro Bekasi, namun semua itu belum ada tindak lanjutnya,” tegas Satim.
Lanjut Darman, langkah ini untuk mengadukan keluhan mereka terhadap aparat desa, terhadap kinerjanya yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Keluhan masyarakat diantaranya, dugaan tidak transparannya penggunaan anggaran dana desa, belum diberikan Anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penerima manfaat langsung dan meminta untuk dilakukan audit penggunaan dana desa.
Kemudian sejumlah usulan yang menjadi keinginan masyarakat tidak sesuai dengan harapan, dan lain sebagainya.
Selain itu, masyarakat juga meminta kepada Plt Bupati agar memanggil dan bertindak dengan mengambil hak diskresinya, untuk Kepala Desa Pantai Mekar Kecamatan Muaragembong.
“Serta meminta mundur dalam jabatannya, karena dinilai bekerja tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Pantai Mekar,” tegas Darman kepada awak media. (red)