Helat Reses, Dewan Budi MM Siap Genjot Anggaran Kabupaten Bekasi

KABUPATEN BEKASI (dgpnews.com) – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PKS, Budi Muhammad Mustafa, melaksanakan kegiatan serap aspirasi (reses) Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Perumahan Telaga Pesona, Desa Telaga Murni, Kecamatan Cikarang Barat, Sabtu (02/05/2026) malam.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kabag Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan DPRD Kabupaten Bekasi, Taufiqurahman beserta jajaran, Perwakilan dari DPMD Kabupaten Bekasi, Ketua RW.17 Desa Telaga Murni, serta para Ketua RT.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Cikarang Barat dan Cibitung tersebut, mengakui saat ini kondisi Kabupaten Bekasi sedang tidak baik-baik saja, sehingga pembangunan tidak berjalan dengan maksimal. Namun, dirinya berkomitmen agar program di tahun 2026 ini bisa dilaksanakan.

“Pada tahun 2025 sudah dicanangkan anggaran tahun 2026 itu sebesar Rp8,9 triliun, tetapi kita mendapatkan informasi kalau Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pusat dipotong cukup besar, yaitu Rp650 miliar,” ungkapnya.

Kondisi itu pun membuat pemgeluaran di tahun 2026 dipotong hampir dua kali lipatnya, sehingga sampai akhir bulan April 2026 pembangunan belum berjalan maksimal, karena penyerapan anggaran juga belum maksimal.

Dewan Budi juga mengungkapkan bahwa untuk pembangunan jalan lingkungan (jaling) di Kabupaten Bekasi saja, dibutuhkan anggaran sekitar Rp10 triliun. Angka itu belum termasuk untuk yang lain, seperti u-ditch dan PJU. Padahal saat ini banyak pengembang yang belum menyerahkan fasos fasumnya ke Pemda.

Dirinya pun meminta konstituen untuk tidak bosan-bosannya mengusulkan pembangunan dalam kegiatan Musrenbang. Dan dirinya meyakini masih ada potensi lain yang cukup besar tapi belum bisa dimaksimalkan, seperti CSR perusahaan.

“Kita mempunyai Kawasan Industri terbesar, dengan kurang lebih ada 7.200 perusahaan, tapi bagi hasil pajaknya dari pusat masih kecil. Dan kita sedang mencari formula supaya pajak sebesar Rp40 triliun dari perusahaan ke pusat, kita bisa mendapatkan bagi hasil pajaknya yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Budi juga mengakui porsi anak-anak remaja lulus sekolah untuk bekerja di kawasan industri masih minim. Dirinya pun berharap kedepan akan semakin lancar dan semakin banyak anak-anak Kabupaten Bekasi yang akan bekerja, dengan memperbanyak BLK. (zal)

Anda mungkin juga berminat