Wali Kota Wesly Tabuh Gonrang Simalungun Tanda Dibukanya Festival Pesparawi GKPS Distrik I

PEMATANGSIANTAR (detikgp.com) – Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn didampingi Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi menghadiri acara Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Distrik I, di Balai Bolon GKPS, Jalan Pdt J Wismar Saragih, Minggu (17/05/2026) pagi. Pembukaan Pesparawi GKPS Distrik I ditandai penabuhan Gonrang Simalungun oleh Wesly Silalahi bersama Sekjen GKPS Pdt Dr Jan Hotner Saragih dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wesly atas nama Pemerintah Kota Pematangsiantar menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia serta GKPS Distrik I yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kegiatan Pesparawi bukan hanya menjadi ajang perlombaan pujian dan nyanyian rohani, tetapi juga menjadi sarana pembinaan iman, karakter, disiplin, serta kebersamaan bagi anak-anak Sekolah Minggu sebagai generasi penerus gereja dan bangsa. Saya merasa bangga melihat semangat dan antusias anak-anak dalam mengikuti kegiatan ini. Melalui puji-pujian yang dinaikkan, kita berharap anak-anak semakin bertumbuh dalam iman, memiliki akhlak dan perilaku yang baik, serta menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, dan mengasihi sesama,” katanya.

Kepada seluruh peserta, Wesly berpesan agar mengikuti kegiatan dengan penuh sukacita, menjaga sportivitas, dan menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan untuk belajar dan memererat persaudaraan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, tetapi bagaimana kita memuliakan nama Tuhan melalui talenta yang dimiliki,” sebut Wesly.

Wesly juga mengatakan, Pemko Pematangsiantar mendukung setiap kegiatan keagamaan yang memberikan dampak positif bagi pembinaan moral dan spiritual masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kita berharap melalui kegiatan seperti ini akan lahir generasi yang cerdas, beriman, serta mampu membawa damai dan kebaikan di tengah masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekjen GKPS Pdt Dr Jan Hotner Saragih menyampaikan, orientasi kegiatan Pesparawi dalam rangka memuliakan nama Tuhan.

“Semoga kegiata Pesparawi ini mendatangkan kebaikan di tengah-tengah kehidupan Sekolah Minggu. Kita berharap sekolah punya rasa yang luar biasa terhadap GKPS, yang nantinya akan melanjutkan apa yang perlu dikerjakan di tengah perjalanan gereja kita, gereja GKPS. Kita semakin percaya bahwa Tuhan-lah yang menyertai setiap kehidupan yang akan dihadapi oleh anak-anak Sekolah Minggu,” terangnya.

Dilanjutkannya, jemaat percaya GKPS memampukan menghadapi semua itu.

“Kaitan dengan attitude kehidupan, dikatakan akhir dari setiap pendidikan itu adalah attitude-karakter, dan kita berharap apa yang kita kerjakan hari ini menjadi bagian dari pembentukan karakter anak-anak Sekolah Minggu, yang bersedia berkompetisi, yang bersedia untuk memberikan yang terbaik, bahkan untuk pengujian kepada Tuhan di tengah kehidupan kita, dan semua berjalan dengan baik atas pertolongan Tuhan,” tukasnya.

Atas nama Pimpinan Sinode GKPS, Pdt Jan Hotner Saragih, mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang sudah memberikan bantuan atas terselenggaranya acara tersebut.

“Biarlah Tuhan yang melimpahkan berkat dan karunia juga buat bapak ibu sekalian. Kami pimpinan sinode menyambut baik kegiatan ini. Bagaimana kegembiraan kita bersama-sama dengan anak-anak. Terpujilah nama Tuhan, semuanya ini hanya untuk kemuliaan nama Tuhan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Minggu Sinode St Edmond Novvery Purba mengatakan, semoga berkat Tuhan datang kepada anak-anak Sekolah Minggu.

“Terima kasih kepada yang sudah mau melatih adik-adik,  yang tangguh dalam memberikan bimbingan kepada adik-adik,” katanya.

Anggota DPD RI Penrad Siagian, mengungkapkan ia pernah melakukan riset di Yogyakarta anak-anak muda atau mahasiswa Kristen yang ada di Yogyakarta, yang sedang kuliah dan yang sedang bekerja di tahun 2010 lalu.

“Riset ini yang saya lakukan bersama teman teman pada waktu itu di UKDW dan UGM. Di situ, salah satu yang mau kita capai atau dapatkan informasi adalah ada banyak anak-anak atau pemuda Kristen atau mahasiswa-mahasiswa Kristen di Yogyakarta yang masa itu tidak aktif lagi, baik dalam aktivitas di gereja apapun. Ada satu kesimpulan, yakni mahasiswa atau perantau pemuda Kristen yang tetap aktif di gereja adalah orang- orang yang aktif sejak Sekolah Minggu,” terangnya.

Ia juga menyatakan siap memberikan bantuan untuk  membangun fondasi Generasi Emas Gereja.

“Saya berharap kita semua punya kapasitas untuk melakukan itu. Ada masyarakat yang punya kapasitas untuk membangun fondasi berjalan bersama gereja. Saya berharap Tuhan memberkati dan kita akan dipakaikan dan diperkenankan untuk menjadi saluran tangan Tuhan membangun fondasi Generasi Emas Umat Kristen di masa depan,” tukasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Frengki Boy Saragih ST yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Pematangsiantar mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak.

“Tanpa bantuan dari bapak-ibu, acara ini juga tidak akan berjalan baik hingga saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, Pesparawi adalah ajang anak-anak untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas belajar, bekerja sama dalam tim, serta menumbuhkan rasa cinta dan semangat dalam memuji Tuhan melalui nyanyian.

“Anak-anak juga belajar tentang disiplin dan saling menghargai satu sama lain. Dari cerita Alkitab juga anak-anak bisa mempelajari kehidupan Yesus, dan menjadikannya sebagai teladan dan penuh penghayatan. Jadikanlah ini sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang. Kepada orang tua dan guru, teruslah membimbing anak-anak sebagai generasi bangsa dan anak Tuhan,” pungkasnya.

Tampak hadir, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga SH, mewakili Forkopimda, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, dan pimpinan OPD Pemkab Simalungun. (Red./Rps)

Editor: Nurul Khairiyah

Pematang SiantarSiantarSumut
Comments (0)
Add Comment