BEKASI (detikgp.com) – Warga di sekitar aliran Kalimalang, Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria yang mengambang di sungai, Selasa (1/9/2026) pagi.
Jasad tersebut diketahui pertama kali terlihat oleh warga yang melintas di sekitar kawasan Jembatan Satu Kalimalang. Setelah ditemukan, warga berupaya membawa tubuh korban ke tepian agar tidak kembali terbawa arus sungai.
Laporan mengenai penemuan tersebut kemudian diteruskan kepada relawan dan pihak kepolisian. Tim relawan Katana Bekasi Raya bersama petugas mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus membantu proses evakuasi.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian berupa kaos berwarna hitam dengan tulisan “Deathless” serta celana pendek. Kondisi tubuh korban telah mengalami pembengkakan sehingga terdapat dugaan korban sudah berada di dalam air selama beberapa waktu.
Dari pemeriksaan awal, korban diketahui merupakan seorang laki-laki dengan perkiraan usia lebih dari 30 tahun. Polisi juga menemukan sejumlah barang pribadi, di antaranya telepon genggam dan dompet yang di dalamnya terdapat kartu identitas.
Kartu identitas tersebut mencantumkan nama Fahri Al Gani, dengan alamat di Purwojati, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Meski demikian, kepolisian belum memastikan bahwa data tersebut merupakan identitas korban dan masih melakukan pencocokan dengan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Wakapolsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setio Utomo, membenarkan adanya penemuan jasad pria di aliran Kalimalang. Menurutnya, proses identifikasi masih dilakukan untuk memastikan identitas korban.
Polisi juga menyampaikan bahwa dari pemeriksaan awal di lokasi belum ditemukan indikasi tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mengarah pada dugaan tertentu. Penyebab kematian korban pun masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dievakuasi dari lokasi, jasad korban dibawa ke RSUD Kabupaten Bekasi. Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan visum.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas korban serta penyebab kematiannya. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau segera menghubungi pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi. (Dy)
Editor : Dea Ananda