JAKARTA (detikgp.com ) – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan persatuan di tengah keberagaman yang ada di Federasi Rusia.
Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa tidak boleh ada tindakan diskriminasi, kekerasan, ataupun intimidasi terhadap warga Muslim di wilayah Rusia. Menurutnya, keamanan dan perlindungan hukum berlaku sama bagi seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.
Rusia sendiri dikenal sebagai negara dengan populasi Muslim yang signifikan, tersebar di berbagai wilayah seperti Tatarstan, Bashkortostan, hingga kawasan Kaukasus Utara. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Rusia juga aktif membangun dan meresmikan masjid-masjid besar sebagai simbol pengakuan terhadap keberagaman budaya dan agama di negara tersebut.
Pernyataan ini dipandang sebagai bagian dari strategi politik dan sosial untuk memperkuat kohesi nasional, sekaligus mempererat hubungan Rusia dengan dunia Islam di tingkat internasional. Dengan pendekatan ini, Kremlin berupaya menampilkan Rusia sebagai negara multikultural yang menjunjung stabilitas internal serta membuka ruang dialog lintas peradaban.
Langkah dan pernyataan tersebut tentu memunculkan beragam respons di kancah global. Namun satu hal yang ditekankan adalah pesan tentang perlindungan warga negara dan upaya menjaga harmoni sosial dalam kerangka negara federasi yang luas dan beragam. (Red)
Editor: Nurul Khairiyah