Tips Sehat Berpuasa untuk Lansia

JAKARTA (detikgp.com) – Menjelang bulan suci Ramadan, perhatian terhadap kondisi kesehatan menjadi hal penting, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia). Berpuasa tetap dapat dijalankan dengan aman dan nyaman selama pola makan serta asupan cairan diperhatikan dengan baik.

Dikutip dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), melalui Departemen Ilmu Penyakit Dalam, terdapat sejumlah panduan yang bisa diterapkan lansia saat menjalankan ibadah puasa.

Pada waktu sahur, lansia disarankan untuk membatasi konsumsi teh dan kopi. Minuman berkafein dapat mempercepat metabolisme tubuh sehingga memicu rasa haus lebih cepat saat berpuasa. Sebagai alternatif, dianjurkan mengonsumsi makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat seperti gandum, padi-padian, kacang-kacangan, biji-bijian, serta nasi merah agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

Saat berbuka puasa, kurma menjadi pilihan yang direkomendasikan. Buah ini mengandung gula alami, serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium yang membantu mengembalikan energi tubuh secara bertahap. Selain kurma, pisang juga baik dikonsumsi karena kaya kalium dan magnesium yang mendukung keseimbangan elektrolit tubuh.

FKUI juga mengingatkan agar lansia membatasi makanan yang digoreng. Asupan lemak berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, penyakit jantung koroner, serta hipertensi yang umumnya lebih rentan dialami pada usia lanjut. Makanan yang terlalu manis atau cepat dicerna juga sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.

Kebutuhan cairan menjadi perhatian penting. Lansia dianjurkan mencukupi asupan air putih atau jus buah sejak waktu berbuka hingga sebelum tidur untuk menjaga hidrasi tubuh. Konsumsi makanan atau minuman es secara berlebihan juga perlu dihindari karena dapat membuat cepat kenyang sehingga asupan gizi lain tidak terpenuhi.

Dengan pengaturan pola makan dan minum yang tepat, lansia tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh yang stabil dan sehat selama Ramadan. (Ad)

Editor: Nurul Khairiyah

Anda mungkin juga berminat