PWI Bekasi Raya Pertanyakan Keterlibatan Media Lokal dan Transparansi Anggaran Porprov Jabar XV

BEKASI (detikgp.com) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya melayangkan kritik tajam terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Kota Bekasi

Organisasi profesi kewartawanan ini mempertanyakan minimnya pelibatan media serta wartawan lokal dalam perhelatan akbar empat tahunan tersebut, sekaligus mendesak transparansi terkait besaran anggaran yang dikucurkan

​Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan informasi atau koordinasi yang komprehensif dari Panitia Besar (PB) Porprov terkait peran strategis wartawan lokal

Menurutnya, kesuksesan pesta olahraga tingkat Provinsi Jawa Barat ini tidak hanya diukur dari prestasi atlet atau kesiapan infrastruktur semata, melainkan juga dari keterbukaan informasi kepada publik

​”Sebagai organisasi resmi tempat bernaungnya rekan-rekan wartawan, kami menyayangkan minimnya pelibatan media lokal.Tutur Ade di dalam pertemuan dengan PB Porprov Dilokasi Pertandingan Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi 6/11/2026

Porprov ini harus sukses, tetapi bagaimana bisa sukses jika transparansi dan ruang bagi wartawan lokal diabaikan?”ujar Ade Muksin dalam agenda silaturahmi bersama jajaran pengurus PWI Bekasi Raya dengan perwakilan PB Porpov

PWI Bekasi Raya juga menyoroti transparansi anggaran yang diperuntukkan dalam perhelatan empat tahunan ini.Mengingat Kota Bekasi bertindak sebagai tuan rumah utama untuk 47 cabang olahraga (cabor) dengan suntikan dana pembiayaan yang masif termasuk alokasi anggaran penyelenggaraan hingga ratusan miliar rupiah serta alokasi bonus atlet kejelasan pengelolaan anggaran dinilai wajib diketahui oleh publik secara transparan.

​”Kami mempertanyakan besaran anggaran yang diperuntukkan untuk perhelatan ini. Transparansi anggaran sangat penting agar publik dan insan pers mengetahui alokasinya secara utuh, termasuk porsi dukungan bagi media lokal yang turut mengawal kesuksesan Porprov dari awal hingga akhir,” tegas Ade

​Polemik ID Card Berlabel “PERS”
​Sebelumnya, PWI Bekasi Raya juga sempat memprotes keras persoalan teknis di lapangan, salah satunya terkait penerbitan kartu identitas (ID Card) berlabel “PERS” yang turut dibagikan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Tenaga Kerja Kontrak (TKK), hingga staf kehumasan instansi pemerintah.PWI menilai hal tersebut mencampuradukkan fungsi jurnalistik dengan tugas kehumasan, sehingga berpotensi mencederai marwah profesi wartawan.

​Meskipun pihak PB Porprov sempat mengakui adanya kekeliruan pencetakan dan berjanji melakukan penarikan serta perbaikan data ID Card, PWI Bekasi Raya tetap mendesak adanya perbaikan sistem koordinasi ke depannya

​PWI Bekasi Raya menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung penuh kesuksesan kontingen Kota Bekasi sebagai juara umum.Kendati demikian, mereka menuntut komitmen nyata dari panitia penyelenggara agar membuka ruang dialog yang transparan, adil, dan menghormati profesionalisme insan pers lokal di tanah sendiri. (Ad)

 

Editor: Nurul Khairiyah

Anda mungkin juga berminat